Picture and Information

Self-Supporting Lattice Tower

A Self-Supporting Lattice Tower is a free-standing steel structure constructed using a lattice framework, typically consisting of three or four legs connected by cross-bracing members. This type of tower does not require guy wires for stability, as its structural strength is derived from its rigid steel framework and reinforced foundation. Self-supporting lattice towers are widely used in telecommunications due to their high load-bearing capacity, durability, and ability to support multiple antennas and transmission equipment at various heights.

In the context of internet services, a self-supporting lattice tower functions as a critical infrastructure for mounting wireless communication equipment such as sector antennas, microwave dishes, radio transmission units (RTUs), and other network devices. These components enable the transmission and reception of data signals for mobile broadband services, fixed wireless access (FWA), and backhaul connectivity between network nodes. The height of the tower allows signals to propagate over long distances with minimal obstruction, thereby improving coverage, signal quality, and network reliability.

Furthermore, self-supporting lattice towers are particularly suitable for urban, suburban, and industrial areas where space efficiency, structural stability, and long-term operational reliability are essential. Their robust design allows them to withstand environmental factors such as strong winds and heavy loads, making them ideal for supporting high-capacity internet networks. As a result, this type of tower plays a vital role in enabling high-speed, stable, and scalable internet connectivity to support modern digital communication needs.

Menara rangka baja berdiri sendiri (Self-Supporting Lattice Tower) merupakan struktur baja yang berdiri bebas dan dibangun menggunakan sistem rangka, umumnya terdiri atas tiga atau empat kaki yang saling dihubungkan oleh elemen pengaku silang. Jenis menara ini tidak memerlukan kawat penahan (guy wire) untuk menjaga kestabilannya, karena kekuatan strukturnya berasal dari rangka baja yang kaku serta fondasi yang diperkuat. Menara rangka berdiri sendiri banyak digunakan dalam bidang telekomunikasi karena memiliki kapasitas daya dukung yang tinggi, tingkat ketahanan yang baik, serta kemampuan untuk menopang berbagai antena dan perangkat transmisi pada ketinggian yang berbeda.

Dalam konteks layanan internet, menara rangka berdiri sendiri berfungsi sebagai infrastruktur penting untuk pemasangan perangkat komunikasi nirkabel, seperti antena sektor, antena gelombang mikro (microwave), unit transmisi radio (Radio Transmission Unit/RTU), serta perangkat jaringan lainnya. Perangkat-perangkat tersebut memungkinkan proses pengiriman dan penerimaan sinyal data untuk layanan internet pita lebar bergerak, akses nirkabel tetap (Fixed Wireless Access/FWA), serta konektivitas backhaul antar simpul jaringan. Ketinggian menara memungkinkan sinyal merambat dalam jarak yang luas dengan hambatan yang minimal, sehingga meningkatkan cakupan layanan, kualitas sinyal, dan keandalan jaringan.

Selain itu, menara rangka berdiri sendiri sangat sesuai digunakan di kawasan perkotaan, pinggiran kota, maupun kawasan industri yang menuntut efisiensi lahan, stabilitas struktur, serta keandalan operasional jangka panjang. Desainnya yang kokoh memungkinkan menara ini bertahan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, seperti angin kencang dan beban berat, sehingga ideal untuk mendukung jaringan internet berkapasitas tinggi. Dengan demikian, menara jenis ini memegang peranan penting dalam menyediakan konektivitas internet yang cepat, stabil, dan dapat dikembangkan guna mendukung kebutuhan komunikasi digital modern.

Monopole Tower

A Monopole Tower is a single-pole, free-standing steel structure commonly used in modern telecommunications infrastructure. Unlike lattice towers, a monopole tower consists of one cylindrical or tapered steel shaft anchored to a reinforced concrete foundation. Its compact and minimalist design makes it suitable for locations with limited space, such as urban areas, commercial centers, and building rooftops. Monopole towers are often equipped with sector antennas, radio units, and supporting brackets mounted directly onto the pole.

In the context of internet services, a monopole tower functions as a platform for installing wireless communication equipment, including sector antennas for cellular broadband (such as 4G LTE and 5G), fixed wireless access (FWA) antennas, and supporting radio transmission units. These antennas transmit and receive data signals between user devices and the core network, enabling internet connectivity over wide coverage areas. The vertical elevation of the monopole helps minimize signal obstruction and enhances signal quality and network performance.

Furthermore, monopole towers are favored for their aesthetic appearance, ease of installation, and lower land requirements compared to lattice or guyed towers. Their streamlined structure allows faster deployment while maintaining sufficient strength to support multiple antenna systems. As a result, monopole towers play a vital role in delivering reliable, efficient, and high-speed internet services, particularly in dense or strategically important service areas.

Menara monopole (Monopole Tower) merupakan struktur baja berdiri sendiri berbentuk tiang tunggal yang umum digunakan dalam infrastruktur telekomunikasi modern. Berbeda dengan menara rangka, menara monopole terdiri atas satu batang baja berbentuk silinder atau meruncing yang ditanam dan ditopang oleh fondasi beton bertulang. Desainnya yang ringkas dan minimalis menjadikannya sangat sesuai untuk lokasi dengan keterbatasan ruang, seperti kawasan perkotaan, pusat komersial, serta atap bangunan. Menara monopole umumnya dilengkapi dengan antena sektor, unit radio, dan dudukan penunjang yang dipasang langsung pada badan tiang.

Dalam konteks layanan internet, menara monopole berfungsi sebagai sarana pemasangan perangkat komunikasi nirkabel, termasuk antena sektor untuk layanan internet seluler pita lebar (seperti 4G LTE dan 5G), antena akses nirkabel tetap (Fixed Wireless Access/FWA), serta unit transmisi radio pendukung. Antena-antena tersebut berperan dalam memancarkan dan menerima sinyal data antara perangkat pengguna dan jaringan inti, sehingga memungkinkan tersedianya konektivitas internet dengan jangkauan yang luas. Ketinggian vertikal menara monopole membantu meminimalkan hambatan sinyal serta meningkatkan kualitas sinyal dan kinerja jaringan.

Selain itu, menara monopole banyak dipilih karena memiliki tampilan yang lebih estetis, proses pemasangan yang relatif mudah, serta kebutuhan lahan yang lebih kecil dibandingkan dengan menara rangka maupun menara bertali penahan. Struktur yang ramping memungkinkan pembangunan dilakukan dengan lebih cepat, namun tetap memiliki kekuatan yang memadai untuk menopang berbagai sistem antena. Dengan demikian, menara monopole memegang peranan penting dalam penyediaan layanan internet yang andal, efisien, dan berkecepatan tinggi, khususnya di wilayah padat penduduk atau area layanan yang bersifat strategis.

 
 

BTS Outdoor Cabinet or Telecommunication Equipment Cabinet

An Outdoor Telecom Cabinet is a weatherproof enclosure specifically designed to house critical telecommunications equipment installed near or at the base of a tower. The cabinet is constructed from durable materials such as galvanized steel or aluminum and is engineered to withstand harsh environmental conditions, including heat, rain, humidity, dust, and wind. It serves as a secure and controlled environment for sensitive network components that cannot be exposed directly to outdoor elements.

The contents of an outdoor telecom cabinet typically include radio equipment such as Baseband Units (BBU) or Radio Units (RU), power supply systems, DC rectifiers, circuit breakers, surge protection devices, and battery backup systems. In many installations, the cabinet also accommodates fiber optic termination panels, transmission modules, and cable management systems for power, grounding, and data connections. These components work together to ensure stable signal processing, power distribution, and network transmission.

The primary function of an outdoor telecom cabinet is to protect and support the operation of telecommunications equipment that enables wireless and internet services. It facilitates the processing and distribution of data signals between antennas mounted on the tower and the core network. Additionally, the cabinet ensures operational continuity by providing power regulation, protection against electrical disturbances, and backup power during outages.

Outdoor telecom cabinets are widely used in cellular networks, broadband internet infrastructure, and fixed wireless access systems, especially in locations where indoor shelters are impractical or unavailable. By integrating essential network components into a compact, secure enclosure, the cabinet plays a crucial role in delivering reliable, efficient, and uninterrupted internet and telecommunications services.

Kabinet Telekomunikasi Luar Ruangan (Outdoor Telecom Cabinet) merupakan sebuah wadah pelindung tahan cuaca yang dirancang khusus untuk menempatkan peralatan telekomunikasi penting yang dipasang di sekitar atau pada bagian dasar menara. Kabinet ini dibuat dari material yang kuat dan tahan lama, seperti baja galvanis atau aluminium, serta dirancang untuk mampu bertahan terhadap berbagai kondisi lingkungan yang keras, termasuk panas, hujan, kelembapan, debu, dan angin. Kabinet tersebut berfungsi sebagai lingkungan yang aman dan terkendali bagi komponen jaringan yang sensitif, sehingga tidak terpapar secara langsung oleh kondisi luar ruangan.

Peralatan yang umumnya ditempatkan di dalam kabinet telekomunikasi luar ruangan meliputi perangkat radio, seperti Baseband Unit (BBU) atau Radio Unit (RU), sistem catu daya, penyearah arus searah (DC rectifier), pemutus sirkuit (circuit breaker), perangkat proteksi lonjakan arus (surge protection), serta sistem baterai cadangan. Pada banyak instalasi, kabinet ini juga dilengkapi dengan panel terminasi serat optik, modul transmisi, serta sistem manajemen kabel untuk koneksi daya, pembumian, dan data. Seluruh komponen tersebut bekerja secara terpadu guna menjamin kestabilan pemrosesan sinyal, distribusi daya, dan transmisi jaringan.

Fungsi utama kabinet telekomunikasi luar ruangan adalah melindungi serta mendukung operasional peralatan telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya layanan nirkabel dan internet. Kabinet ini memfasilitasi proses pengolahan dan pendistribusian sinyal data antara antena yang terpasang pada menara dan jaringan inti. Selain itu, kabinet juga menjamin keberlangsungan operasional jaringan melalui pengaturan daya, perlindungan terhadap gangguan kelistrikan, serta penyediaan daya cadangan saat terjadi pemadaman.

Kabinet telekomunikasi luar ruangan banyak digunakan pada jaringan seluler, infrastruktur internet pita lebar, serta sistem akses nirkabel tetap (Fixed Wireless Access/FWA), khususnya di lokasi yang tidak memungkinkan atau tidak tersedia bangunan pelindung dalam ruangan. Dengan mengintegrasikan komponen jaringan yang esensial ke dalam satu wadah yang ringkas dan aman, kabinet ini memegang peranan penting dalam menyediakan layanan internet dan telekomunikasi yang andal, efisien, dan berkesinambungan.

Ilegallity Paper

Signing of the SPJ Letter Between PT Alldira Tetap Agung and Kinra

A Company Accountability Letter (Surat Pertanggungjawaban/SPJ) is an official document used to present an accountability report on activities, work, or the use of funds that have been carried out by a company to the relevant parties. The SPJ serves as administrative and legal evidence that contains information regarding the implementation of cooperation, the scope of work, the parties involved, as well as a formal statement confirming that the activities have been executed in accordance with the applicable agreements. Through the issuance of an SPJ, a company demonstrates transparency, accountability, and compliance with administrative and contractual provisions mutually agreed upon with its business partners.

In the context of the Company SPJ issued by PT Alldira Tetap Bersama in cooperation with Kinra, the letter functions as an official declaration that PT Alldira Tetap Bersama has fulfilled its obligations and responsibilities in accordance with the agreed scope of cooperation. The contents of the SPJ reflect the company’s commitment to performing its duties in a professional manner, with orderly administration and full accountability, while also serving as a formal record and documentation for both parties. Accordingly, the SPJ not only acts as a formal report, but also reinforces trust and supports the sustainability of the cooperative relationship between PT Alldira Tetap Bersama and Kinra.

Surat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Perusahaan merupakan dokumen resmi yang digunakan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas suatu kegiatan, pekerjaan, atau penggunaan anggaran yang telah dilaksanakan oleh perusahaan kepada pihak terkait. SPJ berfungsi sebagai bukti administratif dan legal yang memuat keterangan mengenai pelaksanaan kerja sama, ruang lingkup pekerjaan, pihak-pihak yang terlibat, serta pernyataan bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Dengan adanya surat SPJ, perusahaan dapat menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan administrasi maupun kontraktual yang telah disepakati bersama mitra kerja.

Dalam konteks Surat SPJ Perusahaan PT Alldira Tetap Bersama yang bekerja sama dengan Kinra, surat tersebut berfungsi sebagai pernyataan resmi bahwa PT Alldira Tetap Bersama telah melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati. Isi surat SPJ tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan secara profesional, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menjadi dasar dokumentasi dan arsip bagi kedua belah pihak. Dengan demikian, surat SPJ tidak hanya berperan sebagai laporan formal, tetapi juga sebagai penguat kepercayaan dan hubungan kerja sama yang berkelanjutan antara PT Alldira Tetap Bersama dan Kinra.

The signing of the Work Order Letter (SPK) and MoU between PT Alldira Tetap Agung and Kinra by Mr. Alvin Tampubolon

The signing of the Work Order Letter (SPK) and MoU between PT Alldira Tetap Agung and PT Kinra for the construction of a BTS Tower in the KINRA Area constitutes an official agreement marking the commencement of cooperation in the execution of the project. Through the signing of this SPK, both parties express their consent to the scope of work, implementation schedule, and the respective responsibilities in the development of telecommunications infrastructure. The signing of the SPK serves as the legal basis for the construction of the BTS Tower in the KINRA Area and reflects the commitment of both companies to work professionally, in a coordinated manner, and in accordance with the mutually agreed terms and conditions.

Penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) and MoU antara PT Alldira Tetap Agung dan PT Kinra untuk pembangunan Tower BTS di Kawasan KINRA merupakan bentuk kesepakatan resmi yang menandai dimulainya kerja sama pelaksanaan proyek tersebut. Melalui penandatanganan SPK ini, kedua belah pihak menyatakan persetujuan terhadap ruang lingkup pekerjaan, jadwal pelaksanaan, serta tanggung jawab masing-masing pihak dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Penandatanganan SPK tersebut menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan pembangunan Tower BTS di Kawasan KINRA, sekaligus mencerminkan komitmen kedua perusahaan untuk bekerja secara profesional, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama.

5G area concept and project at PT. Alldira Tetap Agung

The 5G Area project planned by PT. Alldira Tetap Agung represents the development of an integrated 5G telecommunications network specifically designed for industrial areas with a Smart Industry approach. This concept aims to deliver high-speed connectivity, ultra-low latency, and a high level of reliability to support industrial digital transformation, automation of production processes, and real-time data management. Through the implementation of 5G networks, industrial areas are expected to enhance operational efficiency, productivity, and long-term competitiveness.

From a network architecture perspective, the 5G Area concept encompasses an end-to-end system consisting of the access network, transport network, and core network. At the access layer, 5G base stations and small cells or micro cells are strategically deployed throughout the industrial area to cover factories, warehouses, and other supporting facilities. All radio equipment is interconnected via fiber optic networks that function as fronthaul, midhaul, and backhaul. The use of fiber optics enables high-capacity data transmission, high stability, and low latency to the core network, thereby ensuring optimal service quality for all industrial applications.

The network concept applied is a Private 5G Network, namely a dedicated 5G network intended exclusively for industrial areas and not fully reliant on public networks. Through this approach, network management can be conducted independently, data security levels are significantly enhanced, and service quality can be controlled in accordance with industrial operational requirements. The Private 5G Network also allows integration with public networks when necessary, while still maintaining data and system isolation to ensure security and reliability.

The 5G Area network developed by PT. Alldira Tetap Agung is designed to support various Smart Industry applications, including industrial automation and robotics systems, the use of IoT devices for monitoring machinery and the working environment, the implementation of predictive maintenance based on real-time data analytics, as well as integrated operational monitoring and control systems. In addition, the network supports machine-to-machine communication and applications that require ultra-fast response times, enabling industrial processes to operate more efficiently and in a highly coordinated manner.

From the perspective of physical infrastructure, the project is supported by the construction of towers and micro cell poles that are integrated into the industrial area environment. The micro cell poles are designed to be multifunctional structures serving as mounting media for 5G antennas, radio equipment, fiber optic networks, electrical systems, and supporting devices such as CCTV and street lighting. This design allows for efficient land utilization while maintaining the aesthetics of a modern, well-organized industrial area that meets high technical standards.

In the implementation of the 5G Area project, PT. Alldira Tetap Agung acts as a provider and developer of telecommunications infrastructure, as well as an integrator of 5G and fiber optic networks. The company is responsible for the planning, construction, and management of tower infrastructure, micro cells, and other supporting networks in accordance with applicable technical and safety standards. With this concept and planning, the 5G Area project of PT. Alldira Tetap Agung is expected to serve as a fundamental foundation for the development of intelligent, secure, efficient, and sustainable digital-based industrial areas.

Proyek 5G Area yang direncanakan oleh PT. Alldira Tetap Agung merupakan pengembangan jaringan telekomunikasi 5G terintegrasi yang dirancang khusus untuk kawasan industri dengan pendekatan Smart Industry. Konsep ini bertujuan menghadirkan konektivitas berkecepatan tinggi, latensi sangat rendah, serta tingkat keandalan yang tinggi guna mendukung transformasi digital industri, otomatisasi proses produksi, dan pengelolaan data secara real-time. Melalui penerapan jaringan 5G, kawasan industri diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing secara berkelanjutan.

Dari sisi arsitektur jaringan, konsep 5G Area ini mencakup sistem end-to-end yang terdiri atas access network, transport network, dan core network. Pada lapisan akses, digunakan base station 5G dan small cell atau micro cell yang ditempatkan secara strategis di dalam kawasan industri untuk menjangkau area pabrik, gudang, dan fasilitas pendukung lainnya. Seluruh perangkat radio tersebut dihubungkan melalui jaringan fiber optic yang berfungsi sebagai fronthaul, midhaul, dan backhaul. Penggunaan fiber optic memungkinkan transmisi data dengan kapasitas besar, stabilitas tinggi, dan latensi rendah hingga ke core network, sehingga menjamin kualitas layanan yang optimal bagi seluruh aplikasi industri.

Konsep jaringan yang diterapkan adalah Private 5G Network, yaitu jaringan 5G khusus yang diperuntukkan bagi kawasan industri dan tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan publik. Dengan konsep ini, pengelolaan jaringan dapat dilakukan secara mandiri, tingkat keamanan data menjadi lebih tinggi, serta kualitas layanan dapat dikendalikan sesuai kebutuhan operasional industri. Private 5G Network juga memungkinkan integrasi dengan jaringan publik apabila diperlukan, namun tetap menjaga isolasi data dan sistem industri agar tetap aman dan andal.

Jaringan 5G Area yang dikembangkan oleh PT. Alldira Tetap Agung dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi Smart Industry, seperti sistem otomasi dan robotik industri, penggunaan perangkat IoT untuk pemantauan mesin dan lingkungan kerja, penerapan predictive maintenance berbasis analisis data real-time, serta sistem monitoring dan pengendalian operasional secara terpadu. Selain itu, jaringan ini juga mendukung komunikasi antar mesin (machine-to-machine) dan aplikasi yang membutuhkan respons sangat cepat, sehingga seluruh proses industri dapat berjalan lebih efisien dan terkoordinasi.

Dari sisi infrastruktur fisik, proyek ini didukung oleh pembangunan tower dan micro cell pole yang terintegrasi dengan lingkungan kawasan industri. Micro cell pole dirancang multifungsi sebagai media pemasangan antena 5G, perangkat radio, jaringan fiber optic, sistem kelistrikan, serta perangkat pendukung seperti CCTV dan lampu penerangan. Desain ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang efisien sekaligus menjaga estetika kawasan industri modern yang tertata dan berstandar tinggi.

Dalam pelaksanaan proyek 5G Area ini, PT. Alldira Tetap Agung berperan sebagai penyedia dan pengembang infrastruktur telekomunikasi, sekaligus sebagai integrator jaringan 5G dan fiber optic. Perusahaan bertanggung jawab atas perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur tower, micro cell, serta jaringan pendukung lainnya sesuai dengan standar teknis dan keselamatan yang berlaku. Dengan konsep dan perencanaan tersebut, proyek 5G Area PT. Alldira Tetap Agung diharapkan menjadi fondasi utama bagi pengembangan kawasan industri berbasis teknologi digital yang cerdas, aman, efisien, dan berkelanjutan.

Layout Plan of the Tower and Data Center Project in Semangke

Based on the layout plan shown, the deployment plan for the telecommunications tower and data center project is strategically arranged within the industrial area and its supporting facilities by considering zoning functions, connectivity requirements, and infrastructure efficiency. The layout illustrates an integrated area consisting of industrial zones, logistics areas, residential zones, commercial areas, and utility facilities, so that the placement of towers and the data center is designed to optimally serve the entire area.

In general, the area is divided into several main zones, including large-scale industrial zones, small and medium industrial zones, logistics and warehousing zones, residential areas (expatriate housing), commercial zones, as well as tourism and open space areas. The distribution of towers is planned at strategic points to enable even signal coverage across all these zones. These towers serve as the backbone of the communication network, supporting industrial operations, data services, and connectivity for the area’s supporting facilities.

In the large industrial and small-to-medium industrial areas, tower placement is focused on supporting high-capacity communication needs, such as production machine connectivity, automation systems, industrial IoT, and real-time data services. The presence of towers in these zones ensures network stability for manufacturing companies and industrial tenants operating within the area. In addition, their proximity to fiber optic routes facilitates seamless integration between the radio network and the data center backbone.

Meanwhile, the data center is planned to be located in a relatively central and secure area within the zone, with direct access to power supply, main fiber optic networks, and other utility facilities. This placement is intended to position the data center as the central hub for data processing and distribution across the entire area, serving industrial operations, area management systems, and other digital services. The data center location also takes into account security aspects, ease of maintenance, and efficiency in distributing network connectivity to all towers and network nodes.

In the logistics zones, inland port areas, and warehousing facilities, towers are deployed to support distribution and transportation activities, including goods tracking systems, warehouse management, and operational communications. Network coverage in these areas is critical, as the high intensity of goods movement and vehicle traffic requires reliable and continuous connectivity.

In addition to industrial and logistics zones, tower deployment also covers residential, commercial, and public facility areas, such as area management offices, fire stations, wastewater treatment facilities, and strategic parking areas. This indicates that the planned network is not solely oriented toward industrial needs but also supports comfort, safety, and communication services for all occupants and users of the area.

Overall, the layout illustrates a comprehensive and integrated network planning concept, in which the towers function as radio access distribution points, while the data center serves as the central control and data processing hub. The distribution of project points is carefully planned to ensure even network coverage, infrastructure efficiency, and the area’s readiness to support digital technology development, including the implementation of 5G networks and the Smart Industry concept in the future.

Berdasarkan gambar denah yang ditampilkan, rencana penyebaran proyek tower telekomunikasi dan data center disusun secara strategis di dalam kawasan industri dan penunjangnya dengan mempertimbangkan fungsi zona, kebutuhan konektivitas, serta efisiensi infrastruktur. Denah tersebut menggambarkan kawasan terintegrasi yang terdiri atas zona industri, logistik, perumahan, komersial, hingga fasilitas utilitas, sehingga penempatan tower dan data center dirancang untuk menjangkau seluruh area secara optimal.

Secara umum, kawasan dibagi ke dalam beberapa zona utama, antara lain zona industri besar, industri kecil dan menengah, zona logistik dan pergudangan, zona perumahan (expatriate housing), zona komersial, serta zona pariwisata dan ruang terbuka. Penyebaran tower direncanakan berada di titik-titik strategis yang memungkinkan cakupan sinyal merata ke seluruh zona tersebut. Tower-tower ini berfungsi sebagai tulang punggung jaringan komunikasi, baik untuk kebutuhan operasional industri, layanan data, maupun dukungan konektivitas bagi fasilitas pendukung kawasan.

Pada area industri besar dan industri kecil-menengah, penempatan tower difokuskan untuk mendukung kebutuhan komunikasi berkapasitas tinggi, seperti koneksi mesin produksi, sistem otomasi, IoT industri, dan layanan data berbasis real-time. Keberadaan tower di zona ini memastikan stabilitas jaringan bagi perusahaan-perusahaan manufaktur dan tenant industri yang beroperasi di kawasan tersebut. Selain itu, kedekatan dengan jalur fiber optic memudahkan integrasi jaringan radio dengan backbone data center.

Sementara itu, data center direncanakan berada di lokasi yang relatif sentral dan aman di dalam kawasan, dengan akses langsung ke jaringan listrik, fiber optic utama, serta fasilitas utilitas lainnya. Penempatan ini bertujuan menjadikan data center sebagai pusat pengolahan dan distribusi data untuk seluruh kawasan, baik untuk kebutuhan industri, manajemen kawasan, maupun layanan digital lainnya. Lokasi data center juga mempertimbangkan aspek keamanan, kemudahan pemeliharaan, serta efisiensi distribusi jaringan ke seluruh tower dan node jaringan.

Pada zona logistik, pelabuhan darat, dan pergudangan, tower ditempatkan untuk mendukung aktivitas distribusi dan transportasi, termasuk sistem pelacakan barang, manajemen gudang, dan komunikasi operasional. Cakupan jaringan di area ini menjadi krusial karena intensitas pergerakan barang dan kendaraan yang tinggi membutuhkan konektivitas yang andal dan berkesinambungan.

Selain zona industri dan logistik, penyebaran tower juga mencakup zona perumahan, komersial, dan fasilitas umum, seperti perkantoran pengelola kawasan, pemadam kebakaran, pengolahan limbah, dan area parkir strategis. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan yang direncanakan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga mendukung kenyamanan, keamanan, dan layanan komunikasi bagi seluruh penghuni dan pengguna kawasan.

Secara keseluruhan, gambar tersebut memperlihatkan konsep perencanaan jaringan yang menyeluruh dan terintegrasi, di mana tower berfungsi sebagai titik distribusi akses radio, sedangkan data center berperan sebagai pusat kendali dan pengolahan data. Penyebaran titik-titik proyek dilakukan secara terukur untuk memastikan pemerataan cakupan jaringan, efisiensi infrastruktur, serta kesiapan kawasan dalam mendukung pengembangan teknologi digital, termasuk implementasi jaringan 5G dan konsep Smart Industry di masa mendatang.

Distribution of FI and OTB cables in Semangke

The layout plan illustrates the deployment plan of the Fiber Optic (FO) network and Optical Termination Boxes (OTB) in the Semangke area, which is designed as part of an integrated telecommunications infrastructure to support data services, industrial networks, and overall area connectivity. The plan shows the integration of FO cable routes, OTB locations, servers/data centers, and telecommunications towers distributed across various zones within the area.

Visually, the Fiber Optic (FO) cable routes are indicated by red lines extending and interconnecting throughout the entire area. These FO routes function as the network backbone, connecting the main data center or servers with telecommunications towers, OTBs, and network nodes in each zone. The deployment of FO cables is designed to follow the main road corridors of the area to facilitate installation, maintenance, and future network expansion.

The Optical Termination Boxes (OTB) are represented by orange icons and are placed at strategic locations. OTBs serve as termination and distribution points for fiber optic cables, where splicing activities are carried out and FO lines are distributed to specific areas or devices. The placement of these OTBs indicates that the network is structured and hierarchical, allowing efficient and controlled distribution of connectivity to each zone.

The layout also displays server icons indicating the locations of data centers or network servers. These servers function as the central hubs for data processing, management, and distribution across the entire area. From these server locations, the FO network extends to the OTBs and is then distributed further to telecommunications towers as well as industrial, logistics, office, and other utility facilities within the area.

In addition, the plan shows telecommunications towers evenly distributed across various zones, including large industrial zones, small and medium industrial zones, logistics areas, residential areas, and other supporting zones. These towers are directly connected to the FO network through the OTBs, enabling full end-to-end integration between the wireless (radio) network and the wired (fiber optic) network. This integration ensures stable, high-capacity, and low-latency communication services.

From an area planning perspective, the layout demonstrates that the deployment of FO and OTB is not concentrated in a single location but instead covers all key zones in Semangke. Industrial zones are given top priority due to their need for large and reliable data connectivity, while logistics areas, residential zones, and public facilities are also served to support the overall operation of the area.

Overall, the layout illustrates an integrated fiber optic network concept in the Semangke area, where FO cables act as the backbone of the network, OTBs function as termination and distribution points, servers serve as data management centers, and towers act as wireless access distribution points. This planning reflects the readiness of the Semangke area to support modern telecommunications services, including high-capacity networks, 5G implementation, and the sustainable development of Smart Industry.

Gambar denah tersebut menunjukkan rencana penyebaran jaringan Fiber Optic (FO) dan Optical Termination Box (OTB) di kawasan Semangke yang dirancang sebagai bagian dari infrastruktur telekomunikasi terpadu untuk mendukung layanan data, jaringan industri, dan konektivitas kawasan. Denah ini menampilkan integrasi antara jalur kabel FO, titik OTB, server/data center, serta tower telekomunikasi yang tersebar di berbagai zona kawasan.

Secara visual, jalur kabel Fiber Optic (FO) ditandai dengan garis merah yang membentang dan saling terhubung di seluruh kawasan. Jalur FO ini berfungsi sebagai backbone jaringan, menghubungkan pusat data atau server utama dengan tower-tower telekomunikasi, OTB, serta node jaringan di tiap zona. Penyebaran kabel FO dirancang mengikuti koridor jalan utama kawasan agar memudahkan instalasi, pemeliharaan, dan pengembangan jaringan di masa mendatang.

Optical Termination Box (OTB) ditandai dengan ikon berwarna oranye dan ditempatkan di titik-titik strategis. OTB berfungsi sebagai titik terminasi dan distribusi kabel fiber optic, tempat dilakukan penyambungan (splicing) serta pembagian jalur FO ke area atau perangkat tertentu. Penempatan OTB ini menunjukkan bahwa jaringan dibagi secara terstruktur dan hierarkis, sehingga distribusi koneksi ke masing-masing zona dapat dilakukan secara efisien dan terkontrol.

Pada denah juga terlihat ikon server yang menandakan lokasi pusat data atau server jaringan. Server ini berperan sebagai pusat pengolahan, manajemen, dan distribusi data untuk seluruh kawasan. Dari titik server inilah jaringan FO menyebar ke OTB dan selanjutnya diteruskan ke tower telekomunikasi maupun fasilitas industri, logistik, perkantoran, dan utilitas kawasan lainnya.

Selain itu, gambar juga menampilkan tower-tower telekomunikasi yang tersebar merata di berbagai zona, seperti zona industri besar, industri kecil dan menengah, logistik, perumahan, serta area pendukung lainnya. Tower-tower ini terhubung langsung ke jaringan FO melalui OTB, sehingga jaringan radio (wireless) dan jaringan kabel (fiber optic) terintegrasi secara end-to-end. Hal ini memastikan kualitas layanan komunikasi yang stabil, berkapasitas tinggi, dan berlatensi rendah.

Dari sisi perencanaan kawasan, denah ini menunjukkan bahwa penyebaran FO dan OTB tidak hanya difokuskan pada satu area tertentu, melainkan mencakup seluruh zona penting di Semangke. Zona industri mendapat prioritas utama karena membutuhkan konektivitas data yang besar dan andal, sementara zona logistik, perumahan, dan fasilitas umum tetap dilayani untuk mendukung operasional kawasan secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, gambar denah tersebut menggambarkan konsep jaringan fiber optic terintegrasi di kawasan Semangke, di mana kabel FO berfungsi sebagai tulang punggung jaringan, OTB sebagai titik distribusi dan terminasi, server sebagai pusat pengelolaan data, serta tower sebagai media penyebaran akses nirkabel. Perencanaan ini menunjukkan kesiapan kawasan Semangke dalam mendukung layanan telekomunikasi modern, termasuk implementasi jaringan berkapasitas tinggi, jaringan 5G, dan konsep Smart Industry secara berkelanjutan.

Another Documentation From Us

This image was taken and documented by the team of PT Alldira Tetap Agung as part of the company’s activity records. The image illustrates the workers and team members of PT Alldira Tetap Agung in the process of carrying out their duties and responsibilities. It reflects the professionalism, teamwork, and adherence to work procedures that characterize the company’s commitment to performing its tasks effectively and responsibly.